Wujudkan Keajaiban Memori

Mengupayakan Keajaiban Memori dengan Sistem Cantol

Sistem cantol adalah kata-kata atau hal yang akan kita ingat dihubungkan dengan suatu kata/hal lain yang dapat kita hubungkan dengan kata-kata atau hal lain yang ingin kita ingat tersebut., misalnya :

Sistem cantol akan sangat berhasil jika asosiasinya berwarna-warni, berlebih-lebihan, imajinatif dan absurd.

Beberapa sistem cantol yang dapat digunakan :

1. Sistem cantol Fonetik

Sistem cantol fonetik menggunakan daftar angka-angka dari 0 hingga 100. Setiap angka memiliki benda yang berasosiasi dengannya. Angka dan benda secara bersama-sama memberikan dasar sampai di mana Anda kemudia mengaitkan atau mengasosiakan hal yang sedang Anda coba ingat. Anda secara literal menggantungkan informasi pada cantolan.

2. Menghubungkan

Anda dapat menggunakannya untuk mengingat suatu daftar dengan mengaosiasi-kan benda masing-masing pada daftar dengan benda berikutnya. Ini juga dapat menjadi fonadi untuk strategi memori yang lain. Anda menghubungkan hal-hal yang ingin Anda ingat dan merangkaikan mereka semua, serta mengasosiasikan satu dengan lain.

3. Lokasi

Berarti mengasosiasikan benda secara berurutan dengan lokasi-lokasi tertentu. Misalnya dengan mengaosisasikan daftar nama benda dengan beberapa bagian tubuh. Salah satu trik lokasi lain adalah mengasosiasikan berbagai hal dengan benda-benda di rumah.

4. Akronim

Akronim mengambil huruf pertama dari beberapa kata dan membuat kata lain.

5. Mengulang-ulang hingga hafal (Proses mekanis mengingat)

Mengulangi sesuatu berulang-ulang mungkin merupakan cara yang paling tidak efektif untuk mengingat sesuatu, tetapi ini bermanfaat untuk memori jangka pendek.

Kiat-kiat untuk Teknik Memori :

1. Ingat untuk Mengingat

Kita perlu berhenti dan meluangkan waktu untuk membuat asosiasi, supaya kita ingat untuk menggunakan teknik-teknik kita.

2. Berlatihlah untuk Menggunakan Memori Anda

Gunakan setiap kesempatan untuk melatih keterampilan memori Anda dengan sering-sering menggunakannya

3. Buatlah Asosiasi Anda Spesifik dan Jelas Bukan Umum

Lihatlah kesan yang melibatkan aksi, warna dan suara yang berbeda. Dengan cara itu, masing-masing asosiasi akan berdiri sendiri

4. Ingatlah yang Lain Lagi

Misalnya, jika Anda tidak dapat mengingat nama Nabi yang keenam, ingatlah yang kelima dan yang ketujuh. Kerap kali ini akan mengingatkan kembali informasi yang sedang Anda butuhkan.

5. Buatlah Peta Pikiran dan Presentasi untuk Pelajaran Anda

Peta pikiran adalah alat menghafal yang alamiah karena ia menggunakan symbol dan warna untuk menciptakan kesan visual.

6. Lengkapilah dengan Arti

Tanyakan pada diri Anda, “Apa Manfaatnya Bagiku?” Temukan alasan rpibadi untuk mengingat.

7. Ulangilah Materi Anda

8. Jagalah Kesehatan Anda

SEMUT DAN KEPOMPONG.DI SUWANTO

Jilbab

Kenapa Harus Ragu dengan Jilbab

Ukhti Al Muslimah !
Untukmu yang masih dibalut keraguan untuk memakai jilbab. Untukmu untaian ayat ilahi ini :

“ Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu’minah, apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain ) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan RasulNya, maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata” ( QS. 33 : 36).

Untukmu yang belum sadar, yang berjalan tanpa petunjuk, untukmu untaian sabda Rasulullah  :

“ Janganlah seorang dari kalian menjadi orang yang tak berpendirian, yang berkata : aku bersama orang banyak, bila mereka baik, aku baik, bila mereka berbuat jahat, akupun berbuat jahat, akan tetapi yakinkan dirimu, bila mereka baik, maka berbuat baiklah anda, dan jika mereka jahat, maka jauhilah kejahatannya”.

Buatmu yang selalu berkata : bilamana aku memakai jilbab di negeri kafir, manusia akan melihat dan memperhatikanku, namun bila aku melepaskan jilbabku, aku seperti mereka, tak ada yang memperhatikanku.

Wahai saudaraku yang cerdik dan pandai : sesungguhnya melawan arus kejahatan, konsisten, komitmen, dan konsekwen dalam kebenaran terutama di negeri kafir adalah iman yang diserukan Allah Y, tidak boleh seorangpun melakukan ijtihad menentukan hukumnya dengan adanya nash Al Qur’an dan Al Hadits.

Ditulis dalam Kretaku. Leave a Comment »

Seseorang di Tengah Malam

<p style="text-align: center;">Seseorang di Tengah Malam

Waktu masih berjalan

Mengiringi setiap yang ditakdirkan

Bulan dan bintang masih menggantung

Di angkasa sana

Menerangi setiap yang gelap gulita

Namun lihatlah,

Seseorang tetap menguatkan niatnya

Berjalan lunglai menjemput wudhu

Dan bertahan di atas sajadah

Tubuhnya gemetaran, hatinya gugup

Akankah dia berhasil menarik perhatian-Nya?

Do’a dan harapan ia adukan

Pada-Nya

<

Lantunan merdu ayat Al-Qur’an

Memecah sunyi di antara mereka

Yang terlelap

Ia tetap tak bergeming

Meski setan terus menggoda

Berbahagialah kau, ”seseorang”

Karena para malaikat menghampiri dan

Menyaksikanmu

Berbahagialah,

Tuhan akan melimpahkan pahala

Do’a dan harapan

’Kan dikabulkan secepatnya

Bagi dia yang terus mengingat-Nya

Di saat yang lain terbujuk mimpi

Ditulis dalam Catatanku. 1 Comment »

SEMUT DAN KEPOMPONG

SEMUT DAN KEPOMPONG

Di suatu hutan yang rindang, hidup berbagai binatang buas dan jinak. Ada kelinci, burung,
kucing, capung, kupu-kupu dan yang lainnya. Pada suatu hari, hutan dilanda badai yang
sangat dahsyat. Angin bertiup sangat kencang, menerpa pohon dan daun-daun. Kraak!
terdengar bunyi dahan-dahan berpatahan. Banyak hewan yang tidak dapat menyelamatkan
dirinya, kecuali si semut yang berlindung di dalam tanah. Badai baru berhenti ketika pagi
menjelang. Matahari kembali bersinar hangatnya.

Tiba-tiba dari dalam tanah muncul seekor semut. Si semut
terlindung dari badai karena ia bisa masuk ke sarangnya di
dalam tanah. Ketika sedang berjalan, ia melihat seekor
kepompong yang tergeletak di dahan daun yang patah. Si
semut bergumam, “Hmm, alangkah tidak enaknya menjadi
kepompong, terkurung dan tidak bisa kemana-mana”. “Menjadi
kepompong memang memalukan!”. “Coba lihat aku, bisa pergi
ke mana saja ku mau”, ejek semut pada kepompong. Semut
terus mengulang perkataannya pada setiap hewan yang

berhasil ditemuinya.

Beberapa hari kemudian, semut berjalan di jalan yang berlumpur. Ia
tidak menyadari kalau lumpur yang diinjaknya bisa menghisap dirinya
semakin dalam. “Aduh, sulit sekali berjalan di tempat becek seperti
ini,” keluh semut. Semakin lama, si semut semakin tenggelam dalam
lumpur. “Tolong! tolong,” teriak si semut.

“Wah, sepertinya kamu sedang kesulitan ya?” Si semut terheran mendengar suara itu. Ia
memandang kesekelilingnya mencari sumber suara. Dilihatnya seekor kupu-kupu yang indah
terbang mendekatinya. “Hai, semut aku adalah kepompong yang dahulu engkau ejek.
Sekarang aku sudah menjadi kupu-kupu. Aku bisa pergi ke mana saja dengan sayapku.
Lihat! sekarang kau tidak bisa berjalan di lumpur itu kan?” “Yah, aku sadar. Aku mohon maaf
karena telah mengejekmu. Maukah kau menolongku sekarang?” kata si semut pada kupu-
kupu.

Akhirnya kupu-kupu menolong semut yang terjebak dalam lumpur penghisap. Tidak berapa
lama, semut terbebas dari lumpur penghisap tersebut. Setelah terbebas, semut
mengucapkan terima kasih pada kupu-kupu. “Tidak apa-apa, memang sudah kewajiban kita
untuk menolong yang sedang kesusahan bukan?, karenanya kamu jangan mengejek hewan
lain lagi ya?” Karena setiap makhluk pasti diberikan kelebihan dan kekurangan oleh yang
Maha Pencipta. Sejak saat itu, semut dan kepompong menjadi sahabat karib.

HIKMAH :Sesama makhluk ciptaan Tuhan, janganlah saling mengejek dan menghina,
karena siapa tahu yang dihina lebih baik kedudukannya daripada yang menghina.

Kesalahan Para Pendidik

Orang Tua Juga Seorang Pendidik

April 20, 2012 at 2:48 pm (Uncategorized) · Sunting

BEBERAPA KESALAHAN PARA PENDIDIK

Berikut ini sebagian kesalahan yang sering dilakukan oleh para pendidik. Semoga Allah memberikan maunah (pertolongan)-Nya kepada kita untuk dapat menjauhinya dan menunjukkan kita kepada kebenaran.
1. Ucapan pendidik tidak sesuai dengan perbuatan.
Ini merupakan kesalahan terpenting karena anak belajar dari orangtua beberapa hal. tetapi ternyata bertentangan dengan apa yang telah diajarkannya. Tindakan ini berpengaruh buruk terhadap mental dan perilaku anak. Allah Azza Wa Jalla mencela perbuatan ini dengan firman-Nya:
“Hai orang-orang yang beriman mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan” (SurahAshShaff:2-3).
Bagaimana anak akan belajar kejujuran kalau ia mengetahui orang tuanya berdusta?
Bagaimana anak akan belajar sifat amanah sementara ia melihat bapaknya menipu ?
Bagaimana anak akan belajar akhlak baik bila orang sekitamya suka mengejek, berkata jelek dan berakhlak buruk?
2. Kedua orangtua tidak sepakat atas cara tertentu dalam pendidikan anak.
Kadangkala seorang anak melakukan perbuatan tertentu di hadapan kedua orangtua. tetapi akibatnya sang ibu memuji dan mendorong sedang sang bapak memperingatkan dan mengancam. Anak akhimya menjadi bingung mana yang benar dan mana yang salah di antara keduanya. Dengan pengertiannya yang masih terbatas, ia belum mampu membedakan mana yang benar dan yang salah sehingga hal itu akan mengakibatkan anak menjadi bimbang dan segala urusan tidak jelas baginya.Sementara, kalau kedua orangtua mempunyai cara yang sama dan tidak memujukkan perbedaan ini, niscaya tidak terjadi kerancuan tersebut.
3. Membiarkan anak jadi korban televisi.
Media massa mempunyai pengaruh yang besar sekali dalam perilaku dan perbuatan anak dan media paling berbahaya adalah televisi. Hampir tidak ada rumah yang tidak mempunyai televisi. Padahal pengaruhnya demikian luas terhadap anak maupun orang dawasa, terhadap orang-orang berpengetahuan maupun yang terbatas pengetahuannya, Oleh karena itu anak-anak kita harus dilindungi dari perangkat yang merusak ini. Hal ini, tak diragukan lagi, bukan sesuatu yang mudah tetapi juga tidak mustahil, jika kita ingin menjaga akhlak putera-puteri kita dan mempersiapkan mereka untuk mengemban misi agama dan umat. Semoga Allah melimpahkan ma’unah-Nya kepada kita.
4. Menyerahkan tanggung jawab pendidikan anak kepada pembantu atau pengasuh.
Kesalahan yang amat serius danbanyak tejadi di masyarakat kita adalah fenomena kesibukan ibu dari peran utamanya merawat rumah dan anak-anak dengan hal-hal yang tentunya tak kalah penting dari pendidikan anak. Misalnya, sibuk dengan karir di luar rumah, atau sering mengadakan kunjungan, menghadiri pertemuan, atau hanya karena malas-malasan dan tidak mau menangani langsung urusan anak. Padahal ini sangat berpengaruh terhadap kejiwaan anak dan nilai-nilai yang diserapnya Sebab, “Anak kecil adalah orang pertama yang dirugikan dengan keluamya ibu dari rumah untuk berkarir. Maka, jika kita terpaksa mengambil pembantu, usahakanlah mendapat pembantu muslimah yang baik dan usahakan tidak bersama anak kecuali sebentar saja dalam keadaan terpaksa.
5. Pendidik menampakkan kelemahannya dalam mendidik anak.
Ini banyak tejadi pada ibu-ibu dan kadangkala terjadi pada bapak-bapak. Kita dapatkan, misalnya, seorang ibu berkata: “Anak ini mengesalkan. Aku tidak sanggup. Tak tahu, apa yang kuperbuat dengannya. Padahal anak mendengarkan ucapan ini maka ia pun merasa bangga dapat mengganggu ibunya dan membandel karena dapat menunjukkan keberadaannya dengan cara itu.
6. Berusaha mengekang anak secara berlebihan.
Yaitu tidak diberi kesempatan bermain bercanda dan bergerak ini bertentangan dengan tabiat anak dan bisa membahayakan kesehatannya, karena permainan penting bagi pertumbuhan anak dengan baik. “Permainan di tempat yang bebas dan luas termasuk faktor terpenting yang membantu pertumbuhan jasmani anak dan menjaga kesehatannya·”
7. Mendidik anak tidak percaya diri dan merendahkan pribadinya.
Sayang ini banyak tejadi di kalangan bapak-bapak padahal ini berpengaruh jelek terhadap masa depan anak dan pandangannya pada kehidupan. Karena anak yang terdidik rendah pribadi dan tidak percaya diri akan tumbuh menjadi penakut lemah dan tidak mampu menghadapi beban dan tantangan hidup, bahkan setelah dawasa.
Karena itu, seyogyanya kita mempersiapkan anak-anak kita untuk dapat mekksanakan tugas-tugas dien dan dunia. Dan hal ini tidak tercapai kecuali dengan mendidik mereka memiliki rasa percaya dan harga diri namun tidak sombong dan takabur; serta senantiasa mengupayakan agar anak dikenalkan kepada hal-hal yang bernilai tinggi dan dijauhkan dari hal-hal yang bernilai rendah.